SABTU-MINGGU BUKAN PANTANGAN UNTUK BELAJAR

Senin, 26 Maret 2018 12:36 WIB

Foto: Kiri praktikum Rheotaksis di aliran sungai Brantas, kanan praktikum MMM (Menangkap Menandai dan Menangkap kembali) (Putra/Humasprodipendbio)

Semangat Mahasiswa. Sabtu (24/03/2018) dan Minggu (25/03/2018) mahasiswa Progam Studi Pendidikan Biologi memang patut diacungi jempol, jika mahasiswa biasa menjalani hari sabtu dan minggunya dengan bersenang-senang dan berjalan-jalan dengan teman-teman, akan tetapi berbeda dengan mahasiswa pendidikan biologi mereka melaksanakan Praktikum Ekologi Hewan. Muhammad Farid Sidiq selaku asisten menjelaskan kegiatan praktikum ini adalah salah satu kegiatan perkuliahan diluar kelas dengan konsep belajar dan liburan bersama, selain belajar mahasiswa dapat liburan bersama temannya tidak hanya teman sekelas namun dengan kelas yang lain sehingga nampak sekali kebersamaan dan keakraban seluruh mahasiswa pendidikan biologi.

Praktikum dilaksanakan di dua lokasi yaitu di sungai brantas yang letaknya didekat gedung rektorat untuk tema praktikum Rheotaksis dan areal sawah dekat komplek rusunawa P2KK UMM untuk tema praktikum MMM (Menangkap Menandai dan Menangkap kembali). Pemilihan tempat ini dikarenakan selain lokasi dekat dengan kampus, tidak membutuhkan biaya, dan menghemat waktu. Herdina istruktur prektikum Ekologi hewan dalam kesempatan itu, menjelaskan bahwa “praktikum rheotaksis bertujuan untuk mengetahui gerakan (respon) ikan yang dipengaruh arus air (rangsangan). “Apa yang terjadi, apakah ikan berenang searah dengan arus air (rheotaksis negatif) atau berlawanan arus air (rheotaksis positif), adanya tingkat stress pada ikan dan bentuk morfologi merupakan salah satu pangaruh pada rheotaksis ikan" tandasnya saat di depan praktikan.

Keesokan harinya, minggu yang mempesona. Satu angkatan Mahasiswa Progam Studi Pendidikan Biologi serentak melaksanakan praktikum yang dimulai pukul 06.00 WIB disambut suka dan keceriaan oleh mahasiswa, pasalnya praktikum ini dilakukan dengan cara menangkap serangga sebanyak mungkin di area yang sudah ditentukan kemudian serangga yang tertangkap ditandai dengan warna yang bervariasi sesuai dengan kelompok. Kemeriahan terpancarkan dari wajah mahasiswa yang berusaha menangkap belalang, jangkrik hingga kupu-kupu dengan susah payah seperti harus berlali, melompat dan memandang rerumputan yang warnanya hampir sama daengan serangga.

Masih berlanjut pada hari yang sama mahasiswa kembali lagi ke lapang, praktikum sore hari Pukul 16.00 WIB untuk menangkap kembali serangga yang ditangkap tadi, ditambah hewan yang belum tertangkap. “Seru sekali praktikum ini apalagi saat menangkap beberapa spesies serangga, seperti capung dan kupu-kupu, teman-teman membawa sweep net berlarian kesana-kemari mengejar serangga, bahkan setelah tertangkap serangga lepas kembali dan tertangkap oleh kelompok lain sehingga kehebohanlah yang muncul di raut wajah mereka” ujar Yana salah seorang mahasiswa praktikan. 

Walaupun capek dan tenaga yang dikeluarkan banyak pasti akan bermanfaat dikemudian hari, tidak ada ilmu yang tidak bermanfaat, ilmu yang didapatkan jangan sampai sia-sia kalau bisa dibagikan ke teman-teman yang lain ataupun adik tingkat” Farid menambahi. (Putra & Dwi Setyawan/Humasprodipenbio)

Shared: